EVALUASI,
PENGUKURAN , DAN PENILAIAN
Definisi.
Ada tiga istilah yang digunakan dan
perlu disepakati pemakaiannya, sebelum disampaikan uraian lebih jauh tentang
evaluasi program, yaitu “evaluasi” (evaluation), “pengukuran” (measurement),
dan “penilaian” (assessment).
Evaluasi berasal dari kata evaluation
(bahasa
inggris). Istilah penilaian merupakan kata benda dari nilai. Pengertian “
pengukuran “ mengacu pada kegiatan membandingkan sesuatu hal dengan satuan
ukuran tertentu, sehingga sifatnya menjadi kuantitatif. Lebih jelasnya mengenai
pengertian dari ketiganya sebagai berikut:
- Evaluasi
Definisi evaluasi sebagaimana dituliskan di dalam kamus
oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English (AS Hornby, 1986)
evaluasi adalah to find out, decide the amount or value yang artinya suatu
upaya untuk menentukan nilai atau jumlah. Selain arti berdasarkan terjemahan.
Kata-kata yang terkandung di dalam definisi tersebut pun menunjukkan bahwa
kegiatan evaluasi harus dilakukan secara hati-hati, bertanggung jawab,
menggunakan strategi, dan dapat dipertanggung jawabkan.
Menurut Stufflebeam evaluasi
merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang
berguna untuk menilai alternativ keputusan.[1]
- Mengukur.
Definisi mengukur adalah
membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat kuantitatif.
- Menilai.
Definisi menilai adalah
mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian
bersifat kualitatif.[2]
Dalam penjelasan lain, penilaian merupakan proses penentuan memadai atau
tidaknya sesuatu.[3]
Gambaran
dari ketiga hal di atas, dapat dipahami melalui contoh di bawah ini:
a. Apabila ada orang
yang akan memberi sebatang pensil kepada kita, dan kita disuruh memilih antara
dua pensil yang tidak sama panjangnya, maka tentu saja kita akan memilih yang
panjang. Kita tidak akan memilih yang pendek kecuali ada alasan yang sangat
khusus.
b. Pasar merupakan suatu
tempat bertemunya orang-orang yang akan
menjual dan membeli. Sebelum menentukan barang yang akan dibelinya, seorang pembeli
akan memilih dulu mana barang yang lebih baik menurut ukurannya. Apabila ia
ingin membeli jeruk, dipilihnya yang besar, kuning, dan kulitnya halus.
Semuanya itu dipertimbangkan karena menurut pengalaman sebelumnya, jenis
jeruk-jeruk yang demikian rasanya akan manis. Sedangkan jeruk yang masih kecil,
hijau, dan agak kasar kulitnya biasanya masam rasanya.[4]
Dari contoh
di atas dapat kita simpulkan bahwa sebelum menentukan pilihan, kita mengadakan
penilaian terhadap benda-benda yang akan dipilih. Untuk dapat melakukan
penilaian, kita mengadakan pengukuran terlebih dahulu. Jika ada penggaris, maka
sebelum menentukan mana pensil yang lebih panjang, kita ukur dahulu kedua
pensil tersebut. Dan setelah mengetahui panjang masing-masing pensil, kita
mengadakan penilaian dengan melihat bandingan panjang antara kedua pensil itu.
Dapatlah kita menyatakan “ini pensil panjang dan ini pensil pendek”.
Untuk
menentukan penilaian mana jeruk manis, kita tidak bisa menggunakan “ukuran
manis”, tetapi menggunakan ukuran besar, kuning dan halus kulitnya. Ukuran ini
tidak mempunyai wujud seperti kayu penggaris, tapi diperoleh melalui
pengalaman. Sebenarnya kita juga mengukur, yakni membandingkan jeruk-jeruk yang
ada dengan ukuran tertentu. Setelah itu kita menilai, menentukan pilihan mana
jeruk yang paling memenuhi ukuran itulah yang kita ambil. Dengan demikian kita
mengenal dua macam ukuran, yakni ukuran yang terstandar ukuran tidak terstandar
dan ukuran perkiraan berdasar pengalaman.
Dua langkah
kegiatan yang dilalui sebelum mengambil barang untuk kita, itulah yang disebut
mengadakan evaluasi, yakni mengukur dan
menilai.
DAFTAR PUSTAKA
Silverius, Suke, Evaluasi Hasil Belajar dan Umpan Balik,
Jakarta: Gramedia Widia Sarana, 1991.
Arikunto, Suharsimi, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta:
Bumi Aksara, 2009.
Daryanto, Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Renika Cipta, 2001.
[1] Suke Silverius, Evaluasi
Hasil Belajar dan Umpan Balik, (Jakarta: Gramedia Widia Sarana, 1991),
4.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar