temukan jawabannya disini

Rabu, 01 Mei 2013

EVALUASI, PENGUKURAN , DAN PENILAIAN



Definisi.
Ada tiga istilah yang digunakan dan perlu disepakati pemakaiannya, sebelum disampaikan uraian lebih jauh tentang evaluasi program, yaitu “evaluasi” (evaluation), “pengukuran” (measurement), dan “penilaian” (assessment).
Evaluasi berasal dari kata evaluation (bahasa inggris). Istilah penilaian merupakan kata benda dari nilai. Pengertian “ pengukuran “ mengacu pada kegiatan membandingkan sesuatu hal dengan satuan ukuran tertentu, sehingga sifatnya menjadi kuantitatif. Lebih jelasnya mengenai pengertian dari ketiganya sebagai berikut:
  1. Evaluasi
Definisi evaluasi sebagaimana dituliskan di dalam kamus oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English (AS Hornby, 1986) evaluasi adalah to find out, decide the amount or value yang artinya suatu upaya untuk menentukan nilai atau jumlah. Selain arti berdasarkan terjemahan. Kata-kata yang terkandung di dalam definisi tersebut pun menunjukkan bahwa kegiatan evaluasi harus dilakukan secara hati-hati, bertanggung jawab, menggunakan strategi, dan dapat dipertanggung jawabkan.
Menurut Stufflebeam evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternativ keputusan.[1]
  1. Mengukur.
Definisi mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat kuantitatif.
  1. Menilai.
Definisi menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian bersifat kualitatif.[2] Dalam penjelasan lain, penilaian merupakan proses penentuan memadai atau tidaknya sesuatu.[3]
Gambaran dari ketiga hal di atas, dapat dipahami melalui contoh di bawah ini:
a.       Apabila ada orang yang akan memberi sebatang pensil kepada kita, dan kita disuruh memilih antara dua pensil yang tidak sama panjangnya, maka tentu saja kita akan memilih yang panjang. Kita tidak akan memilih yang pendek kecuali ada alasan yang sangat khusus.
b.      Pasar merupakan suatu tempat  bertemunya orang-orang yang akan menjual dan membeli. Sebelum menentukan barang yang akan dibelinya, seorang pembeli akan memilih dulu mana barang yang lebih baik menurut ukurannya. Apabila ia ingin membeli jeruk, dipilihnya yang besar, kuning, dan kulitnya halus. Semuanya itu dipertimbangkan karena menurut pengalaman sebelumnya, jenis jeruk-jeruk yang demikian rasanya akan manis. Sedangkan jeruk yang masih kecil, hijau, dan agak kasar kulitnya biasanya masam rasanya.[4]
Dari contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa sebelum menentukan pilihan, kita mengadakan penilaian terhadap benda-benda yang akan dipilih. Untuk dapat melakukan penilaian, kita mengadakan pengukuran terlebih dahulu. Jika ada penggaris, maka sebelum menentukan mana pensil yang lebih panjang, kita ukur dahulu kedua pensil tersebut. Dan setelah mengetahui panjang masing-masing pensil, kita mengadakan penilaian dengan melihat bandingan panjang antara kedua pensil itu. Dapatlah kita menyatakan “ini pensil panjang dan ini pensil pendek”.
Untuk menentukan penilaian mana jeruk manis, kita tidak bisa menggunakan “ukuran manis”, tetapi menggunakan ukuran besar, kuning dan halus kulitnya. Ukuran ini tidak mempunyai wujud seperti kayu penggaris, tapi diperoleh melalui pengalaman. Sebenarnya kita juga mengukur, yakni membandingkan jeruk-jeruk yang ada dengan ukuran tertentu. Setelah itu kita menilai, menentukan pilihan mana jeruk yang paling memenuhi ukuran itulah yang kita ambil. Dengan demikian kita mengenal dua macam ukuran, yakni ukuran yang terstandar ukuran tidak terstandar dan ukuran perkiraan berdasar pengalaman.
Dua langkah kegiatan yang dilalui sebelum mengambil barang untuk kita, itulah yang disebut mengadakan evaluasi, yakni mengukur  dan menilai.





















DAFTAR PUSTAKA


Silverius, Suke, Evaluasi Hasil Belajar dan Umpan Balik, Jakarta: Gramedia Widia Sarana, 1991.
Arikunto, Suharsimi, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2009.
Daryanto, Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Renika Cipta, 2001.


[1] Suke Silverius, Evaluasi Hasil Belajar dan Umpan Balik, (Jakarta: Gramedia Widia Sarana, 1991), 4.
[2] Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), 3.
[3] Daryanto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Renika Cipta, 2001), 72.
[4] Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), 1-2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar