temukan jawabannya disini

Rabu, 10 April 2013

materi agama Islam kelas XI


KHUTBAH, TABLIGH, DAN DAKWAH
A.      Khutbah.
Khutbah berasal dari bahasa Arab yang berarti pidato. Khutbah adalah menyampaikan sesuatu, baik berupa perintah maupun larangan Allah SWT. Sedangkan orang yang menyampaikan khutbah disebut khatib. Khutbah merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan shalat Jum’at. Khutbah Jum’at berbeda dengan pidato pada umumnya. Ada syarat dan rukun tertentu yang mengatur khatib, isi khutbah, dan jamaah shalat Jum’at sebagai pendengar khotbah.
Ketika khatib sedang berkhutbah, jamaah tidak boleh bercakap-cakap, apalagi bersenda gurau. Hal ini harus diperhatikan oleh jamaah, sebab shalat Jum’at yang dilaksanakannya akan menjadi sia-sia jika hal di atas dilanggar.
1.      Rukun khutbah.
Adapun rukun khutbah adalah sebagai berikut:
a.       Membaca hamdalah.
b.      Membaca shalawat atas nabi.
c.       Membaca syahadat.
d.      Berwasiat tentang ketaqwaan.
e.       Membaca ayat Al-Qur’an (pada salah satu khutbah).
f.       Membaca doa untuk kaum muslimin pada khutbah terakhir.
2.      Sunah khutbah.
a.       Diawali dengan salam.
b.      Disampaikan dengan bahasa yang jelas.
c.       Dilakukan di atas mimbar.
d.      Tidak terlalu panjang.
e.       Menertibkan 3 rukun, yaitu hamdalah, shalawat, dan wasiat takwa.
3.      Syarat khutbah.
Syarat khutbah sebagai berikut:
a.       Khutbah dimulai telah masuk waktu dzuhur.
b.      Khutbah dilaksanakan sesuai dengan rukunnya.
c.       Khutbah dilaksanakan dua kali (khutbah pertama dan kedua).
d.      Khutbah dilaksanakan dengan suara yang dapat didengar jamaah.
e.       Antara khutbah pertama dan kedua diberi jeda (khatib duduk).
4.      Syarat khatib.
Khatib mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
a.       Laki-laki dewasa.
b.      Sehat jasmani dan rohani.
c.       Suci dari najis dan hadast.
d.      Menutup aurat.
e.       Menghadap jamaah (saat berkhutbah).
f.       Mampu berkhutbah sesuai dengan syarat dan rukunnya.
g.      Mampu membaca Al-Qur’an dengan baik.
h.      Menguasai materi pokok khutbah.
i.        Mempunyai kepribadian dan mental yang kuat.
5.      Urutan pelaksanaan khutbah.
Sebelum melaksanakan khutbah, perlu diperhatikan urutannya sebagai berikut:
Khutbah pertama:
a.       Khatib berdiri di atas mimbar dan mengucapkan salam.
b.      Khatib duduk sambil mendengarkan adzan.
c.       Selesai adzan dikumandangkan, khatib berdiri lagi dan membaca hamdalah.
d.      Setelah membaca hamdalah, dilanjutkan membaca syahadat dan shalawat.
e.       Mengucapkan wasiat takwa.
f.       Menyampaikan uraian materi khutbah yang di dalamnya dibacakan salah satu ayat Al-Qur’an.
g.      Selesai menguraikan materi khutbah, khatib duduk sebentar (selama bacaan shalawat dan surat al ikhlas. ).
Khutbah kedua:
a.       Khatib berdiri lagi langsung membaca hamdalah.
b.      Dilanjutkan membaca syahadat dan shalawat.
c.       Mengucapkan wasiat takwa.
d.      Membaca ayat Al-Qur’an (jika pada khutbah pertama belum sempat mebaca, namun jika sudah membaca, pada khutbah kedua membaca lagi juga diperbolehkan).
e.       Membaca doa untuk kaum muslimin dan mukminin.
f.       Membaca penutup khutbah, dan dilanjutkan turun dari mimbar untuk melaksanakan shalat Jumat berjamaah.
B.       Tabligh.
Menurut bahasa, tabligh berasal dari bahasa Arab, yaitu: ballagha-yuballighu-tabliighon yang artinya menyampaikan/ menyiarkan. Sedangkan menurut istilah, tabligh adalah menyampaikan ajaran kepada orang lain yang bersumber dari Allah melalui para utusannya. Orang yang melakukan tabligh disebut muballig. Hukum bertabligh adalah wajib. Hal ini berlandaskan hadist Rasul yang artinya “ sampaikan lah apa-apa dari ku sekalipun hanya satu ayat”.
Bentuk perintah (amar) dalam hadist tersebut berarti suatu keharusan atau wajib. Jadi tabligh itu sekalipun hanya sedikit, hukumnya adalah wajib.
·         Cara bertabligh
Cara bertabligh secara garis besar dibagi menjadi dua jenis, yaitu secara terang-terangan dan melaui ungkapan/pengandaian (majaz).
1.      Secara terang-terangan (sharih).
Tabligh secara sharih artinya suatu tabligh dengan menggunakan kalimat yang jelas, baik secara bahasa lisan maupun tulisan.
2.      Secara pengandaian.
Tabligh secara majaz ini biasanya digunakan untuk kalangan dengan tingkat intelektual lebih tinggi. Tabligh ini menyampaikan bukan apa yang tersurat melainkan apa yang tersirat.


·         Tujuan tabligh.
Tujuan tabligh antara lain sebagai berikut:
1)      Secara umum, antara lain:
a.       Melaksanakan perintah Allah.
b.      Mengikuti keteladanan Rasul.
c.       Melaksanakan kewajiban sebagai muslim.
2)      Secara khusus, antara lain:
a.       Menyebarkan ajaran Islam.
b.      Mencapai kehidupan yang tenteram dan damai.
c.       Mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat,
d.      Menciptakan baldatun thoyyibun wa robbun ghofur.
C.      Dakwah.
Ditinjau dari segi bahasa, dakwah berasal dari bahasa Arab da’a, yad’u, da’watan yang berarti panggilan, ajakan, seruan. Al-Qur’an menyebutkan kata dakwah dan derivasinya sebanyak 198 kali, tersebar dalam 55 surat dan bertempat pada 176 ayat. Ayat-ayat tersebut sebagian besar (141 ayat) turun di Makkah, 30 ayat turun di Madinah, dan 5 ayat masih dipertentangkan antara Makkah dan Madinah turunnya.
Menurut istilah dakwah berarti mengajak orang untuk berbuat kebaikan dan meninggalkan kejelekan agar kehidupan menjadi semakin baik. Adapun  dasar hukum berdakwah adalah:
äí÷Š$# 4n<Î) È@Î6y y7În/u ÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ ÏpsàÏãöqyJø9$#ur ÏpuZ|¡ptø:$# ( Oßgø9Ï»y_ur ÓÉL©9$$Î/ }Ïd ß`|¡ômr& 4 ¨bÎ) y7­/u uqèd ÞOn=ôãr& `yJÎ/ ¨@|Ê `tã ¾Ï&Î#Î6y ( uqèdur ÞOn=ôãr& tûïÏtGôgßJø9$$Î/ ÇÊËÎÈ  
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.


·         Jenis-jenis dakwah.
Dakwah bisa dibedakan menjadi dua yaitu dakwah lisan dan dakwah bil hal.
1.      Dakwah bil lisan.
Dakwah yang dilakukan dengan mengajak secara langsung atau tidak langsung, yakni melalui ceramah/pidato yang isinya memberi motivasi untuk dapat mengikuti apa yang diharapkan dalam isi pidato/ceramah. Contoh: ceramah yang isinya ajakan untuk menyantuni kaum dluafa dengan memberi contoh ayat atau hadist yang isinya pahala bagi orang yang maun menyantuni para fakir miskin.
2.      Dakwah bil hal
Dakwah yang dilakukan dengan cara berbuat sesuatu untuk memberi contoh atau motivasi agar orang lain dapat mengikuti perbuatan tersebut. Contoh: mengajak warga menjaga kebersihan dengan cara membersihkan saluran air di sekitar rumah. Tindakan ini akan membuat warga lain tergerak untuk ikut menjaga kebersihan.
Berdakwah tidak selalu berarti berdiri di hadapan khalayak ramai lalu berpidato. Hanya dengan menampilkan akhlak muslim yang baik pun, sebenarnya kita telah berdakwah.
Seorang da’i memikul beban yang mulia. Oleh karena itu, ia harus membekali diri dengan kemampuan yang cukup. Bekal bagi seorang da’i antara lain:
a.       berakhlak mulia.
b.      Memelihara kesucian hati, jiwa, dan pikiran.
c.       Mampu mengendalikan hawa nafsu.
d.      Memiliki iman dan takwa yang kuat.
e.       Dapat menjadi uswatun hasanah, dan
f.       Berwawasan luas baik dalam ilmu agama maupun ilmu pengetahuan secara umum.
D.      Perbedaan ceramah dengan khutbah Jumat.
Khutbah Jumat
Pidato/ceramah
khatib harus suci dari najis dan hadast besar maupun kecil
Penceramah/ orang yang berpidato tidak harus suci dari najis dan hadast
Waktu khutbah ditentukan, yaitu harus sudah masuk waktu dzuhur dan dilaksanakan sebelum shalat Jumat
Waktu pidato bebas menurut situasi dan kondisi setempat
Materi utama adalah wasiat tentang ketakwaan, yang termasuk rukun berkhutbah
Materi sesuai dengan kepentingan penceramah atau kebutuhan pendengar
Pelaksanaan khutbah diatur oleh syarat dan rukun
Pelaksanaan pidato lebih bebas
Pendengar/jamaah harus diam, mendengarkan, mengikuti dengan tenang, tidak boleh berbicara, apalagi bersenda gurau
Pendengar/jamaah boleh bebas bicara, bahkan bisa bertanya jawab dengan penceramah
Doa untuk muslimin dan mukminin suatu keharusan karena termasuk rukun khutbah
Doa, tidak termasuk rukun dalam berpidato/berceramah

E.       Perbedaan Khutbah Jumat dengan Khutbah Id

Khutbah Jumat
Khutbah Id
Dilakukan sebelum shalat Jumat
Dilakukan setelah shalat Id
Dilakukan pada waktu dzuhur
Dilakukan pagi hari wakti dluha
Tanpa khutbah, shalat Jumat tidak sah
Dilaksanakan pada hari lebaran
Berkedudukan maqam dua rakaat dzuhur
Tanpa khutbah, shalat Id sah

Tidak ada maqam dan kedudukan









REFRENSI
Aziz, Moh Ali, Ilmu Dakwah, Jakarta: Prenada Media, 2004.
MGMP PAI SMK Kabupaten Ponorogo, LKS Pendidikan Agama Islam untuk siswa SMK, Madiun: Jaya Makmur.
Muthmainnah, Pendidikan Agama Islam Jilid 2 untuk SMA dan MA Kelas XI, Jakarta: Piranti Darma Kalokatama, 2007.
Sulthon, Muhammad, Desain Ilmu Dakwah, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003.
 

1 komentar: